Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa tim hanningan text Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2015 ind Sir Thomas Stamford Bingley Raffles FRS (6 Juli 1781 – 5 Juli 1826) adalah seorang negarawan Britania, Gubernur Jenderal Hindia Belanda (1811–1816), dan Letnan Gubernur Jenderal Bengkulu (1818–1824); yang sangat terkenal dikarenakan mampu membawa pendirian Malaysia dan Singapura yang lebih maju dan modern. Raffles sangat terlibat dalam perebutan pulau Jawa di Indonesia dari Belanda selama Perang Napoleon, dan menjalankan operasi sehari-hari di Singapura. Ia juga menulis The History of Java (1817). Raffles diangkat sebagai Letnan Gubernur Jawa pada tahun 1811, ketika Kerajaan Inggris mengambil alih jajahan-jajahan Kerajaan Belanda dan ia tidak lama kemudian dipromosikan sebagai Gubernur Sumatra, ketika Kerajaan Belanda diduduki oleh Napoleon Bonaparte dari Prancis.Sewaktu Raffles menjabat sebagai penguasa Hindia Belanda, ia telah mengusahakan banyak hal, yang mana antara lain adalah sebagai berikut: dia mengintroduksi otonomi terbatas, menghentikan perdagangan budak, mereformasi sistem pertanahan pemerintah kolonial Belanda, menyelidiki flora dan fauna Indonesia, meneliti peninggalan-peninggalan kuno seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, Sastra Jawa serta banyak hal lainnya. Tidak hanya itu, demi meneliti dokumen-dokumen sejarah Melayu yang mengilhami pencarian Raffles akan Candi Borobudur, ia pun kemudian belajar sendiri Bahasa Melayu. Mendeskripsikan berbagai jenis hewan di Nusantara seperti monyet kra, siamang, pelanduk kancil, beruang madu, lutung kelabu, tupai tanah, dan simpai. Hasil penelitiannya di pulau Jawa dituliskannya pada sebuah buku berjudul: History of Java, yang menceritakan mengenai sejarah pulau Jawa. Dalam melakukan penelitiannya, Raffles dibantu oleh dua orang asistennya yaitu: John Crawfurd dan Kolonel Colin Mackenzie.istri Raffles, Olivia Mariamne, wafat pada tanggal 26 November 1814 di Buitenzorg dan dimakamkan di Batavia, tepatnya di tempat yang sekarang menjadi Museum Prasasti.Di Kebun Raya Bogor dibangun monumen peringatan untuk mengenang kematian sang istri. Benteng Marlborough Salah satu peninggalan masa pemerintahan Raffles yang terkenal adalah Benteng Marlborough.Benteng Marlborough merupakan benteng peninggalan Inggris di Kota Bengkulu yang didirikan oleh East India Company (EIC) antara 1714-1719.EIC adalah kongsi dagang Inggris yang sempat bersaing ketat dengan VOC. Namun, karena kalah dari VOC di Indonesia, EIC akhirnya meyingkir ke Bengkulu.EIC kemudian melakukan hubungan dagang dengan masyarakat sekitar dan membangun beberapa benteng, salah satunya Benteng Marlborough. Pada masa pemerintahan Raffles, Benteng Marlborough difungsikan sebagai benteng pertahanan. Sejarah indonesia URN:ISBN:978-602-424-111-7